Wednesday, 21 October 2015

Proses Cabut Berkas, Balik Nama & Mutasi Kendaraan Bermotor yang Jauh dari Daerah Tujuan Mutasi tetapi Kendaraan Tetap di Daerah Asal. Bisakah? (Part 1)

Memasuki bulan September, berarti tinggal 2 bulan lagi sebelum motor saya jatuh tempo pajaknya (bulan November). Tak terasa sudah berlalu setengah tahun sejak bulan April saya ngalor ngidul dengan motor berwarna merah yang masih dinamakan atas orang lain. Tidak mungkin nanti saya membayar pajaknya menggunakan nama pemilik sebelumnya. Repot lah pake pinjam-pinjam KTP segala. Balik nama menjadi pilihan, namun paling tidak membutuhkan waktu 1-2 bulan. Kalau mau aman ya ambil 2 bulan sebelum pajaknya jatuh.
samsat-gapura
Membaca judul di atas mungkin bikin pembaca sekalian bingung, hehehe. Maksudnya? Saya ingin balik nama sekaligus mutasi kendaraan saya dari jakarta ke daerah asal, namun dengan kondisi kendaraan tetap di Jakarta. Bagaimana bisa? silahkan disimak penjabarannya :)

Begini gambaran permasalahan saya:
  • Saya membeli motor bekas dengan Plat nomor jakarta, pajak masih hidup, masih atas nama pemilik sebelumnya.
  • Saya domisili di Jakarta, tapi masih memakai KTP daerah (Sumatera Barat)
  • Saya ingin balik nama motor menjadi atas nama saya, tentunya sesuai KTP saya (Sumatera Barat). Tentunya hal ini membutuhkan mutasi juga.
  • Tidak memungkinkan bagi saya untuk membawa motor saya ke Sumatera Barat, mengingat waktu yang sedikit dan biaya transportasi yang lumayan mahal.
  • Tidak memungkinkan bagi saya untuk menjadi warga jakarta (ganti KTP/pindah domisili) mengingat saya masih belum punya domisili yang tetap di Jakarta (masih ngekos).
  • Saya tidak mau motor membiarkan pajak motor saya mati, saya termasuk warga yang bijak (orang bijak taat pajak! hehehe) apa kata dunia kalo motor bagus tapi ga bayar pajak.
  • Saya juga tidak mungkin membayar pajak motor dengan meminjam KTP pemilik lama.
Setelah merenung, menerawang, berkeliling, dan konsultasi kesana kemari, lalu pakai ilmu ndlosor njengking mlumah murep (hehehe, pinjem istilahnya seorang blogger terkenal) akhirnya saya dihadapkan pada 2 pilihan:
  1. Balik nama motor saya menggunakan KTP Jakarta milik saudara/teman; atau
  2. Mutasi sekaligus balik nama kendaraan dari Jakarta ke Sumatera Barat.
Pilihan pertama sebenarnya bisa saja saya lakukan, tapi karena saya tidak rela motor pertama saya dinamakan atas orang lain, juga karena apapun bisa terjadi dan saya tidak akan mempunyai hak apapun atas motor tersebut, maka saya urung melaksanakan pilihan pertama.
Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah pilihan kedua. Sebenarnya saya agak ragu-ragu apakah mungkin melakukan mutasi dan balik nama tanpa membawa fisik kendaraannya di daerah tujuan. Kalau kondisi sebaliknya (mutasi motor jauh dari kota asal, baca di sini) bisa menggunakan cek fisik bantuan.. lhah, kalau seperti saya ini? akhirnya saya mencari petunjuk kesana kemari ngalor ngidul di dunia maya. Salah satunya pencerahan di Kaskus (baca di sini) yang akhirnya menguatkan keputusan saya untuk memutasikan motor ke daerah sesuai KTP saya.
Prosesnya pertama-tama saya cabut berkas di Jakarta, dilanjutkan dengan Mutasi Masuk dan Balik Nama di Daerah saya, Sumatera Barat. Berikut gambarannya:

A. Proses Cabut Berkas

21 September 2015, Samsat Kebon Nanas, Jakarta Timur.
Karena motor saya terdaftar di Samsat jakarta Timur (Kebon Nanas), tentunya proses cabut berkas dimulai dari sana. Early bird get the worms, biar ga terlalu rame, pukul 9 pagi saya langsung bergerak ke Samsat Jakarta Timur, lokasinya di Jl. DI Panjaitan Kav. 55 By Pass Kebon Nanas Jakarta Timur (sebelah kiri jalan sebelum halte busway Kebon Nanas kalo dari arah utara/rawamangun). Tidak terlalu jauh dari lokasi saya di Jakarta Pusat.
petasamsatjakarta
Lokasi Samsat: Jl. DI Panjaitan Kav. 55 By Pass Kebon Nanas Jakarta Timur Telp. (021) 8199852
1. Cek Fisik Kendaraan
Sampai di samsat langsung masuk ke dalam area Gedung Samsat Jakarta Timur. Lokasi cek fisik kendaraan ada di sebelah kiri gedung utama. Namun Masuk ke dalam lewat sisi kanan gedung utama lalu memutar lewat belakang gedung utama samsat. Sudah ada petunjuk arahnya, jadi tidak perlu takut nyasar dan tahu-tahu sudah sampe di BKT, hehehe.
Untuk Motor dan Mobil Cek Fisiknya dipisahkan, motor di sebelah kiri dan mobil di sebelah kanan. Langsung bawa motor ke lokasi cek fisik, ternyata sudah lumayan rame, tapi masih belum ada antrian lah. Di sana sudah ada beberapa petugas berseragam yang akan menghampiri dan melakukan cek fisik alias esek-esek. Tinggal diparkirkan motornya, petugas akan langsung menangani. Mungkin untuk beberapa kendaraan petugasnya masih belum tahu dimana lokasi nomor rangka & nomor mesinnya. Untuk motor saya sendiri misalnya, si petugas masih bingung dimana nomor rangka dan nomor mesinnya. Saya beritahu untuk nomor mesin terletak pada bagian kiri bawah crankcase (bak mesin), dan nomor rangka pada sisi kanan dari kepala kemudi.
Proses esek-esek itu sebenarnya simple aja, si petugas yang sudah memiliki kertas cek fisik tersebut langsung menempelkannya ke nomor mesin/nomor rangka, lalu menggosokknya menggunakan pensil. Nomor seri rangka/mesin yang sudah tercetak itu tentu saja akan muncul. Mirip ama kerjaan waktu SD dulu. hehehe. Giliran motor saya, agak sulit juga ketika melakukan esek-esek nomor rangka motor saya karena posisinya agak ditengah-tengah antara rangka dan fairing dan tertutup kabel. Harus hati-hati memasang kertas esek-esek yang bersifat menempel tersebut. Saya bantu juga petugasnya mengangkat kabel yang menutupi nomor rangka agar si petugas dapat menggesekkan pensilnya ke kertas itu. Sepertinya dia tetap kesulitan karena area di sana agak sempit.
5296321_20141126011956
Petugas Cek Fisik
Hasil cek fisik tersebut ditempel diselembar form yang sudah disediakan disana. Sepertinya sudah menjadi kebiasaaan untuk memberikan uang rokok, karena semua orang yang motornya di esek-esek sudah menyiapkan uang. Disini saya memberikan uang rokok Rp10.000,- kepada petugas tersebut. Kasihan juga sih tadi agak kesulitan buat esek-esek nomor rangka motor saya. Pikir-pikir, si abang ini pasti penghasilannya lumayan, 1 motor aja udah Rp10.000,-, sehari bisa dapat berapa motor? Sebulan? Belum lagi gajinya (kalo memang ada) sebagai petugas esek-esek. Tentunya tidak tertutup kemungkinan adanya uang “setoran” juga ke polisi di sini,
hasil2bcek2bfisik
Contoh Form hasil cek fisik kendaraan
2. Legalisir Berkas Cek Fisik
Berkas yang dibutuhkan:
  • Form hasil cek fisik kendaraan
  • STNK asli
  • Fotokopi KTP
Selesai melakukan cek fisik, saya parkir motor ditempat yang telah disediakan, yaitu di dekat lokasi Samsat Drive Thru’ (tidak jauh dari lokasi cek fisik). Lalu saya menuju ke tempat legalisir yang berada tepat di disebelah tempat cek fisik motor tadi.
Pada tempat tersebut ada 5 loket yang disediakan. Kalau tidak ada perubahan posisinya seperti ini: Loket 1 untuk balik nama; Loket 2 untuk mutasi; Loket 3 untuk legalisir; Loket 4 untuk perpanjang STNK; dan Loket 5 untuk pengambilan hasil legalisir.
Hasil cek fisik saya serahkan kepada petugas loket 2 (karena saya mutasi keluar). Dokumen tadi saya serahkan bersama fotokopi KTP & STNK Asli. Saya diminta untuk membayar Rp. 30.000,-, tidak tahu untuk apa (kasih aja deh). Setelah itu saya diberi nomor urut. Tinggal menunggu dipanggil lewat microphone, ada yang dipanggil nomor urutnya, ada yang dipanggil nama sesuai STNK/KTP nya, ada yang dipanggil nama sesuai STNK/KTP berikut tujuan mutasinya. Sepertinya seenak udelnya sang petugas ya. hehehe.
Sekitar 20 menit kemudian saya mendengar nama saya dipanggil lewat microphone beserta daerah tujuan mutasinya (lengkap amat toh pak). Saya langsung Loket 5 untuk mengambil hasil legalisir hasil cek fisik tadi. Di sini saya memperoleh, Form legalisir tambahan, STNK asli, dan hasil cek fisik tadi yang sudah dilegalisir. Biar tidak bingung, untuk proses selanjutnya saya tanyakan kepada petugas. Saya diarahkan untuk menuju lantai 2 gedung utama, nanti sudah ada papan nama loket seperti di sini. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih sambil lanjut bergerak ke gedung utama untuk proses selanjutnya.
3. Cabut Berkas
gedung2bsamsat
Gedung Utama Samsat Kebon Nanas Jakarta Timur
berkas yang harus dibutuhkan:
  • Berkas dari loket legalisir tadi
  • BPKB asli
  • Fotokopi BPKB
  • Fotokopi KTP (sesuai pemilik baru)
Memasuki Gedung Utama Samsat Jakarta Timur harus melewati metal detector kayak di bandara dan harus melepaskan jaket selama berada di dalam. Selalu ada penjaga di depan pintu yang meminta untuk melepaskan jaket. Sampai di dalam, saya bertanya pada petugas just to make sure proses selanjutnya. Kembali saya diarahkan langsung naik ke lantai 2, belok kiri dari pintu utama terus menuju tangga yang berada di ujung ruangan.
Memasuki lantai 2 yang berupa koridor panjang, akan terlihat ada 5 loket (kalau ga salah) disana. Suasana di sini juga ramai walaupun tidak seramai di lantai 1 tadi. Loket 1-4 sepertinya untuk balik nama kendaraan dan loket 5 di paling ujung koridor untuk pendaftaran mutasi. Di koridor berikutnya sepertinya masih ada beberapa loket untuk STNK hilang.. tapi not my bussiness right now.
Kepada petugas saya menginformasikan kalau saya ingin memutasikan kendaraan saya ke Sumatera barat. Semua dokumen tadi diperiksa. Saya diberikan form mutasi yang nantinya akan diisi. Untuk cara pengisian bisa diiliat di meja pengisian form tapi ada juga  untuk datanya di STNK plus ada juga contoh pengisian di meja yang disediakan (di depan loket 5).
Setelah mengisi formulir tersebut saya kembali ke bapak petugas dan diminta membayar sebesar Rp.325.000,- (Penghitungan jumlahnya saya tidak tahu darimana, yang jelas harga pembelian motor saya di kuitansi adalah Rp30.000.000,-, dan harga motor saya di situs samsat online saat itu Rp.31.500.000,-). Saya diminta kembali paling cepat 1 bulan lagi, tanggal 21 Oktober.
Saya “ Kalau selesai sebelum tanggal 10 Oktober tidak bisa Pak?”
Petugas “ Wah kenapa tidak jauh-jauh hari datangnya. Memangnya kenapa, Dek?”
Saya “Saya pulang kesananya kira-kira tanggal 10 Oktober soalnya Pak. Udah dimutasikan kantor Pak. Tidak bisa selesai sebelum tanggal itu Pak?” *white lies dikit
Petugas “Yah, memang prosesnya seperti itu, Dek. Mau bagaimana lagi?”
Saya “…” (cuma diam)
Petugas “Mungkin saya bisa bantu. Nanti saya urusin ke Polda Metro sekalian, insya Allah cepat selesainya, bisa 2 mingguan” kata Bapak tersebut sambil tersenyum.
Saya “Caranya bagaimana, Pak?” *garuk-garuk kepala
Petugas “Saya bantuin deh, bayar saja segini, totalnya jadi Rp650.000,- Nanti tinggal ambil berkasnya. Sudah saya bantuin semuanya, termasuk urusan di Polda Metro juga. Nanti Adek tinggal bawa saja Pokoknya. Tidak usah bayar apapun lagi.”
Saya “Beres semua berarti Pak? sebelum tanggal 10 oktober?
Petugas “2 minggu juga beres.”
Saya “em… di sini ada ATM tidak Pak?”
Petugas “Di luar sana, dekat gerbang masuk di sebelah kiri ada ATM  satu-satunya,  ATM Bank DKI. Silahkan ambil disana, nanti ke sini lagi
Sebenarnya saya sudah yakin ini merupakan praktek pungli juga. Tapi apa boleh buat, memang waktunya sudah mepet, saya juga malas ke Polda Metro (wah parah kie!), Ya udah, saya sepakat aja sama tuh Bapak. Apalagi Bapaknya dari tadi cukup ramah dan kooperatif lah, gak songong sama sekali. Saya langsung minta ijin sebentar berjalan keluar menuju ATM. Posisinya di pojokan komplek samsat dekat parkiran motor saya tadi. lumayan capek lah sekalian olahraga sedikit.
Skip skip skip.. Setelah mengambil uang, saya kembali memasuki gedung utama, naik ke lantai 2, langsung menemui Bapak petugas tadi di loket 5. Disana saya rapikan berkas saya (sekalian merapikan uangnya) lalu memasukkannya ke dalam map. Rapi dikit lah begitu batin saya. Lalu saya serahkan ke Bapak tadi. Saya diminta menunggu sebentar. Total biaya yang saya serahkan persis Rp650.000,-.
5 menit kemudian nama saya dipanggil (kudu pasang telinga karena cuma dipanggil aja tanpa microphone). Saya langsung menghampiri petugas di loket 5 tadi.
Petugas “Dek, ini berkasnya sudah lengkap, nanti tinggal tunggu selesai, saya kabari. Ada nomor handphone yang bisa dihubungi?” Saya langsung menuliskan nomor handphone
Saya “Dikabarinya gimana ya Pak, lewat mana terus bagaimana nanti pengambilannya?”
Petugas “Nanti kalau sudah selesai Adek ke sini lagi temui saya. Ambil berkasnya pakai kartu ini. Mungkin sekitar 10 hari.  Nanti saya beritahu lewat SMS. Ini nomor saya” Beliau menyerahkan kertas tanda bukti cabut berkas yang nantinya digunakan untuk pengambilan berkas. Beliau juga menulisan nama dan nomor handphone nya di belakang kartu tersebut. (Oh.. nama beliau Bapak Wa***a toh..)
Saya “Nanti STNK pengganti sementara bagaimana Pak?”
Petugas “Masih ada fotokopi STNK?” Saya menyerahkan fotokopi STNK yang kemudian di cap nama dan jabatan beliau lalu ditandatangani sebagai bukti motor sedang diproses cabut berkas.
Setelah itu saya pamit kepada “Bapak W” dan langsung pulang. Di parkiran mata saya tertumbuk pada sebuah motor:
Jpeg
CBR apakah ini?
di bawah emblem CBR nya tertulis 350. CBR350?! hahaha. Mungkin Pemiliknya punya Honda Tiger 200cc di rumah, ditambah CBR150R k45 nya jadi CBR350. hehehe. Ada ada saja. Padahal sudah jelas bahwa motor tersebut adalah k45 atau All New CBR150R lokal. (Ngomong-ngomong kali aja yang punya baca ini. Absen di komen dong! hehehehe)
Anyway, Saya langsung menuju motor, lalu bergerak keluar parkiran. Bayar duluRp2.000,- saat keluar parkiran motor, lalu lanjut ke gerbang keluar komplek Samsat. Di jalan keluar sih ada tulisan “Pemeriksaan STNK” beserta petugas yang duduk di sebelahnya. Tapi toh ga diperiksa sama sekali. hehehe.
Skip skip skip… satu minggu telah berlalu dan saya disibukkan dengan pekerjaan kantor sehingga urusan sama Samsat terlupa. Apalagi si Bapak W tak kunjung memberikan informasi seperti yang dijanjikan. Baru teringat pada sore hari Selasa tanggal 29 Oktober. Karena udah sore, saya juga sungkan menghubungi Bapaknya saya coba hubungi keesokan hari saja.
Keesokan harinya, saya hubungi Bapaknya via SMS. Tak butuh waktu lama pesan singkat saya dibalas, beliau bilang sudah jadi dan silakan diambil besok. Yo wes ikut itu Bapak saja. Tidak apa-apa juga, pokoknya jadi deh. Tinggal berangkat saja besok bawa bukti pengambilan sama uang seadanya… kali aja ada pungli lagi.
4. Pengambilan Berkas
1 Oktober 2015, Samsat Kebon Nanas, Jakarta Timur.
Kamis pagi saya langsung tancap menuju Samsat Kebon Nanas. Karena sudah pernah kesini, jadi saya sudah tahu jalannya, masuk kompleks samsat, lewat bagian kanan gedung utama, memutar gedung tersebut lewat belakang, dan parkir di tempatnya di dekat loket legalisir cek fisik dan Samsat Drive Thru’. Kali ini ada penampakan si “CBR350R”lagi. Sepertinya memang milik orang sini, ya.
Lanjut masuk gedung utama (tidak lupa membuka jaket), naik ke lantai 2, langsung ke loket 5 kemarin. Di sana petugasnya ternyata masih “Bapak W” kemarin. Loketnya ternyata sedang sepi. Si “Bapak W” sang petugas itu terlihat sedang menobrol santai dengan teman di sebelahnya. Begitu saya datang, Bapaknya langsung mengenali.
Oh, Adek ini ya” katanya sembari memberikan berkas-berkas motor saya. Saya serahkan juga tanda bukti pencabutan berkas kemarin.
Saya cek berkas-berkas tersebut, banyak juga, ada beberapa yang distempel oleh Polda Metro Jaya.
Saya “Pak, ini sudah semuanya ya berarti? tinggal urusan saya di daerah tujuan nanti aja ya?”
Petugas “Sudah silahkan dibawa
Saya “Terima kasih, Pak
Bapak Petugas itu menangguk lalu lanjut ngobrol dengan teman di sebelahnya. Saya langsung cabut keluar gedung, menuju parkiran (lewatin si CBR350R lagi) ngambil motor, bayar parkir Rp2.000,- (kena lagi deh) lalu langsung kembali ke kantor.
Pulang dari kantor, berkas tersebut saya bongkar-bongkar. isinya macem-macam, pokoknya lengkap lah.
Saat mengobrak-abrik berkas-berkas motor saya tersebut, mendadak terpikirkan, bukankah nantinya kalau saya mutasi masuk di daerah harus membutuhkan lembaran hasil cek fisik juga? Tidak mungkin dilakukan cek fisik di sana karena posisi motor saya tetap di sini (Jakarta). Melihat berkas cek fisik yang cuma 1 itu (itupun sudah dilegalisir oleh Samsat di sini), saya berfirasat mungkin di daerah nanti akan dibutuhkan form hasil cek fisik lagi. Apa salahnya saya tambahkan 1 lembar lagi hasil cek fisik? Siapa tahu kalau petugas legalisirnya menanyakan fisik motornya bisa saya bohongi, bilang motornya ada dan tadi sudah di cek fisik. hehehe *kriminal banget.
Jadilah keesokan harinya saya kembali esek-esek sendiri nomor rangka dan nomor mesin motor saya. Tidak susah-susah amat ternyata. Darimana toh saya bisa peroleh kertas cek fisiknya? Kebetulan di kantor saya ada banyak stoknya, biasanya dipakai untuk mengurus pajak kendaraan dinas. Katanya sih harganya Rp15.000,- per lembar (lebih mahal ya daripada ngasih tips buat petugas esek-esek di samsat kemarin), belinya bisa di samsat keliling.
Selesai melakukan esek-esek motor saya, langsung saya simpan tempel berkas tersebut ke form cek fisik, lalu saya simpan bersama berkas-berkas lainnya. Sepertinya semua sudah selesai di sini, tinggal urusan saya di daerah nanti (Sumatera Barat).
Berikut saya rangkum kelengkapan yang harus dibutuhkan untuk proses Cabut berkas:
  • Fisik Motor
  • BPKB asli beserta copiannya
  • STNK asli beserta copiannya
  • KTP asli beserta copiannya
  • Hasil cek fisik yang sudah dilegalisir (dilegalisir di loket cek fisik)
  • Formulir pendaftaran yang telah diisi (diperoleh lantai 2 gedung samsat)
  • Kwitansi pembelian bermaterai dari pemilik pertama (harganya kalau bisa serendah mungkin)
  • Kuitansi/ Tanda Bukti Cabut berkas (nama tepatnya saya tidak tahu apa, tapi pokoknya digunakan sebagai dokumen untuk mengambil berkas yang sudah dicabut tersebut)
Kalau bingung, bertanyalah pada petugas yang mengenakan SERAGAM. JANGAN bertanya kepada yang lainnya karena kemungkinan itu adalah CALO. Hindarilah calo, karena hanya akan membuat dana membengkak 2-3 kali lipat. Kalaupun anda malas mengantri lebih baik minta bantuan polisi setempat ini akan lebih murah.
Rincian biaya yang harus dikeluarkan untuk cabut berkas dengan total Rp. 694.000,- adalah sebagai berikut:
  • Tips untuk petugas cek fisik: Rp10.000,-
  • Biaya legalisir cek fisik: Rp30.000,-
  • Biaya mutasi di loket 5: Rp650.000,-
  • Parkir (cabut berkas) : Rp2.000,-
  • Parkir (ambil berkas) : Rp2.000,-
Udah, segini dulu ya, untuk point B. Proses Balik Nama & Mutasi Masuk ke Daerah Tujuan akan saya tulis di artikel selanjutnya (Part 2). Proses mutasi saya lakukan sekalian mudik ke kampung halaman. Semoga saja urusan saya lancar nanti di daerah tujuan.
Sekian, semoga bermanfaat dan menginspirasi. (TBS).

35 comments:

  1. mas boleh minta nomer telfone yg di bpk bagian mutasinya ,,saya juga sedang mengurus tp saya jauh dari cilacap ,,,sudah 3 minggu blum ada kabar ,,,mhon bagi nomer tlfnya email :edycell77@yahoo.com itu emai saya klo lg sempet tolong ya mas ..trima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. atau ini no tln saya 087875524440

      Delete
    2. Selamat siang, salam kenal mbak Yuli,
      kontaknya waktu itu saya simpan di HP, namun karena lebaran kemarin HP saya eror, semua pesan dan kontaknya hilang, jadi sekarang tidak ada kontak bapaknya lagi
      nanti saya coba ngobrak ngabrik berkas mutasi motor ini, kali aja ketemu kartu nama bapaknya, biasanya sih disimpan
      namun kalau sudah datang ke Samsat nya lebih baik langsung ngomong ke Bpaknya saja

      Delete
  2. Cabut berkas nya aja udah 650,000 klo mutasi daerah nya abis brpa ya???????

    ReplyDelete
    Replies
    1. silahkan dicek part 2 nya
      http://bikerstig.blogspot.sg/2015/12/proses-cabut-berkas-balik-nama-mutasi.html

      Delete
  3. nais impoh. mampir ke lapak saya,gan

    ReplyDelete
  4. Serem ya liat angka2nya. Ratusan ribu, tadi siang saya cabut berkas cuma habis 80rb, 75 buat biayanya. 5rb buat fotokopinya. Petugas cek fisiknya mau dikasi duit malah kabur

    ReplyDelete
    Replies
    1. beda daerah beda cc ya beda tarifnya juga
      dan beda kelakuan petugasnya juga
      mungkin juga karena sekarang sudah ada gerakan saber pungli

      Delete
  5. Halo, blog bermanfaat bgt. Mau tanya utk cAbut berkas apakah perlu pemilik asli untuk ikut? Apakah saya sebagai pemilik baru bisa mengurus sendiri?

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih bro CHilwin
      untuk cabut berkas pemilik asli/pemilik lama tidak perlu ikut
      cukup berkasnya dilengkapin, jangan lupa bawa kuitansi pembelian (usahakan harga serendah mungkin , tapi masih logis)
      bahkan sebenarnya calon pemilik baru bisa saja tidak ikut, yang penting berkas dan uang-uangnya lengkap

      Delete
  6. hallo mas, apakah proses cabut berkas harus dilakukan langsung oleh si pemilik baru? apakah boleh diwakilkan oleh orang lain yang mengusrus?

    terimakasih..

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk cabut berkas, kalau dari pengalaman yang saya lakukan sepertinya pemilik baru tidak perlu ikut
      cukup berkas dan syarat-syaratnya nya dilengkapin,

      Delete
  7. Halo bang, aku ada rencana juga mau urus2 seperti yg abang urus diatas, tp tujuanku ini biar gak kena pajak progresif kepemilikan lebih dari 1 kendaraan.

    Rencana mau beli motor baru, motor lama dijual pun nyakitin ditawarnya, kalo cabut berkas, apa itu artinya motor itu tidak ada pemiliknya dan stnk, bpkb motor itu dianggap tidak ada atau bagaimana?

    Dan pas ada motor baru ini, tetap kena pajak progresif ga? Sampe motor lama mutasi ke lain pemilik?

    Terimakasih bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. soal ini saya sebenarnya kurang tahu, namun beberapa hari setelah mencabut berkas dari DKI, iseng saya buka situs Samsat DKI untuk mengecek status motor (caranya dengan memasukan nomor TNKB) data plat nomor saya sudah tidak ditemukan

      Delete
  8. Saya mau tanya mohon jawabanya,
    Saya ktp lampung, dan saya beli motor dimalang saya fikir ndak bisa, ternyata bisa dengan melengkapi bbrpa berkas yg diajukan dealer,
    Lalu saya pun deal beli motor ssuai data ktp saya, namun alamat yg di stnk saya alamat malang dimana saya kost, dan saat ini saya hendak menjual motor saya, pertanyaanya!!
    Apakah bisa dilakukan proses balik nama ke pembeli motor saya nantinya? Lalu bagaimana prosesnya, mohon dibantu untuk mengurangi kegalauan saya ini karena taku pembeli motor saya kecewa. Teriamakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. selamat siang bro Ryan,
      berarti motornya dengan plat nomor malang (N) sesuai alamat kost atau plat nomor lampung (BE) sesuai KTP nya? kalau proses cabut berkas tentunya sesuai dengan TNKB yang mengacu pada samsat terdaftar, yaitu N (malang) dan BE (lampung)
      untuk proses cabut berkas saya rasa tidak banyak masalah

      Delete
  9. Mohon pencerahan nya donk. Saya dulu beli motor di Malang, sekarang saya sdh di Kalimantan, dan yg jual motor ke saya sudah pindah ke Bali. Saya mau tanya, memungkinkan tidak untuk cabut berkas, sedangkan si pemilik sebelumnya sudah tidak di Malang? Trimakasih atas bantuannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk cabut berkas cukup dilakukan oleh pemilik baru dengan mendatangi samsat daerah asal (tempat motor terdaftar)

      Delete
  10. mau tanya juga dong, saya beli kendaraan second dari tangan kedua. stnk masih atas nama tangan pertama tapi ktp maupun bukti transaksi atas nama pertama dan kedua tidak ada. adanya hanya transaksi tangan kedua dengan saya, bisa gak ya untuk cabut berkas ? terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. setahu saya yang penting ada bukti transaksi resmi (dalam hal ini kuitansi atau sejenisnya) pembelian kendaraan

      Delete
    2. terima kasih om, smoga aja benar2 bisa dengan mengandalkan kuitansi

      Delete
  11. Wah terima kasih bang infonya kebetulan lagi mau cabut berkas kendaraan di Jakarta bawa ke daerah. Sementara bahasannya sudah memberi gambaran banyak, nanti kalau aku bingung aku nanya lagi bang....

    ReplyDelete
  12. Kalau mutasi apa harus pakai ktp pemilik kendaraan yang tertera pada stnk dan bpkb. Saya ingin mutasi yang masih satu daerah yang masih satu provinsi lampung. ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk mutasi cukup menggunakan KTP pemilik baru saja

      Delete
  13. gan apa bisa cabut berkas tanpa ke daerah asal ? soalnya asal motor dri bali gan , sarannya gan

    ReplyDelete
  14. Malam gan, mau tanya, sy beli motor second (plat Jakarta) ,tp pajak mati 2 tahun, plat nomor juga sudah kadaluarsa semenjak 1 bulan yg lalu, dan rencana minggu depan saya mau mengurus ke Samsat untuk balik nama, mutasi (pindah ke Depok), dan bayar pajak 2 tahun, namun masalahnya sy nggak tau keberadaan KTP pemilik yg tertera di STNK, pertanyaan saya apakah sy bisa balik nama , bayar pajak 2 tahun, sekaligus mutasi tanpa ada KTP pemilik yg lama? Mohon pencerahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mutasi/balik nama saja tidak perlu KTP pemilik lama kok
      tapi kalau untuk pelunasan pajak yang 2 tahun nya ga tahu bagaimana ya

      Delete
    2. Sama ini kasusnya. Gmana infonya gan? bisakah kita mutasi & balik nama kalau pajak motorny telat 2 tahun dan tidak punya KTP pemilik yg lamany?

      Delete
  15. Gan mau tanya. Klo berkas cabut berkas ada masa kadaluarsanya gak ya. Misalnya 5 bulan kemudian baru di urus balik nama dan mutasi masuk ke tempat tujuan. Makasih gan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau gitu kurang tahu sebenarnya
      yan jelas setelah cabut berkas nanti dikasih STNK sementara yang masa waktunya berlaku sekitar 1 bulanan

      Delete
  16. Bang,itu biaya cabut berkasada kwitansi nya ga ya?sy kmrn cabut berkas/mutasi luar daerah di samsat bekasi biaya 425rb tanpa kwitansi..motor sy plat bekasi mau di balik nama, pake nama saudara sy di indramayu.

    ReplyDelete
  17. wah senasib kita,,saya sudah melalui proses terakhir yaitu cabut berkas tinggal ngurus plat nomor di daerah tujuan saya, jadi nggak perlu bawa motor pulang kampung ya ??

    ReplyDelete
  18. Permisi,apa cabut berkas menggunakan ktp pemilik sebelumnya/ktp.kita,soalnya pemilik sebelumnya entak kmn.

    ReplyDelete
  19. gan numpang tanya, kalo STNK sementara lupa minta nya gimana yak? selama proses cabut berkas kan butuh 1 bulan lamanya sedangkan kendaraan dipake

    ReplyDelete